Gudang yang tadi dipenuhi desahan kini kembali sunyi. Debu beterbangan di cahaya lampu yang temaram, tapi David masih tak bisa sepenuhnya tenang. Nafasnya berat, dadanya berdebar, dan matanya kembali menatap Mirae yang duduk di tepi meja. Tanpa aba-aba, David menunduk dan mencumbu bibir Mirae sekali lagi, pelan tapi penuh gairah. Mirae menahan diri, tubuhnya menegang. Dia sadar jam istirahat sebentar lagi akan berakhir. Jika mereka ketahuan, bukan hanya David yang akan bermasalah, tapi Mirae juga. Dengan dorongan hati yang cepat, dia mendorong pria itu sedikit menjauh."David sudah. Kita harus keluar sekarang," katanya cepat, menyesuaikan napasnya. David mengerutkan alis, setengah kecewa tapi mengerti. Mereka berdua bergegas menata pakaian, menyamarkan rambut berantakan dan kemeja yang sedikit berkerut. Mirae memimpin langkah keluar gudang dengan tenang, seolah tak terjadi apa-apa. David mengikuti di belakangnya, tetap menjaga jarak sopan di depan orang lain. Namun, tidak jauh d
Dernière mise à jour : 2025-09-17 Read More