Bu Mary berhasil menyulap Nadin jadi sangat cantik, padahal dasarnya memang sudah cantik. "Sekarang ganti baju. Di dalam paper bag ada baju dan sepatu. Mamah mau kamu pakai," kata Bu Mary. Untung Nadin bawa pemberian mertuanya. Ia ambil dan mengeluarkan isinya. Ternyata Bu Mary memberinya barang branded. "Nah, pakai itu sekarang. Buang baju kedodoran yang kamu pakai," perintah Bu Mary. "Iya, Mah," balas Nadin kikuk. "Cantik sekali. Ini baru menantu Mamah," puji Bu Mary sambil mengagumi Nadin. "Begini harusnya penampilanmu sehari-hari," sambungnya. Diperlakukan sebaik ini oleh mertuanya, Nadin jadi berpikir, Seandainya putranya juga sebaik ini. Setelah selesai, mereka turun untuk minta penilaian Ronald yang sudah menunggu sarapan. Bu Mary semangat menanti pujian dari putranya. "Gimana penampilan istrimu? Cantik, kan?" seru Bu Mary saat sampai di hadapan Ronald. Ronald hanya melirik Nadin sekilas, lalu memalingkan wajah. Nadin sendiri tak berharap apa-apa dari suami jud
続きを読む