Siksaan Dari Tunangan Kakakku

Siksaan Dari Tunangan Kakakku

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-08-20
Oleh:  ZizizaqOngoing
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
5 Peringkat. 5 Ulasan-ulasan
46Bab
2.7KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

"Ini perintah! aku ingin menikah denganmu karena suatu alasan, ini tidak melibatkan perasaan yang membuatmu berdebar-debar, kamu pikir kamu siapa?" ucap Ronald, terdengar serius dan memaksa sekaligus meremehkan. "Pernikahan tidak bisa disamakan dengan pekerjaan, Pak. Anda tidak bisa memerintah sesenaknya untuk alasan apapun agar orang menikah, apalagi anda tidak benar-benar mengenal saya" Nadin masih bisa protes. "Jadi kau tidak mau?" Ronald berdiri dan menghampiri Nadin. "Iya, Pak. lagi pula alasan apa yang membuat anda tiba-tiba ingin menikah dengan saya, Pak?" Tanya Nadin, meski ia sudah bisa membaca alasannya, ia hanya ingin mengulur waktu. "Karena aku ingin melihatmu menderita setiap hari di depan mataku" ucap Ronald tepat di hadapan Nadin, itu seperti sebilah pisau yang menggerogoti lehernya, rasanya Nadin ingin menangis mendengarnya, tapi tidak semudah itu membuang-buang air mata untuk orang yang sedang emosi. 'kejam sekali! Harus semenderita inikah, anak dari wanita yang berselingkuh?' ucapnya dalam hati, ia menelan ludahnya dengan kesal. "Maaf, Pak. Saya tidak bisa!" Ucap Nadin tegas, tak ingin diganggu gugat.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bagian 1 Keluarga Lain

Nadin hancur saat mendengar pengakuan ibunya. Ternyata dia anak dari istri kedua. Ibunya hanya istri simpanan yang menikah siri dengan ayahnya. Kebahagiaan yang ia rasakan selama dua puluh tiga tahun ternyata hanya kebohongan belaka.

Nadin tahu ketika mendengar kabar ayahnya dirawat di rumah sakit. Namun ibunya justru tidak peduli. Tidak ada tanda-tanda Bu Sinta ingin menjenguk suaminya sendiri.

"Ibu, bukankah Ayah sedang sakit? Kenapa kita diam saja?" tanya Nadin. Ia tidak tahan melihat ibunya tidak bergeming.

"Tidak usah khawatir. Sudah banyak yang menemani ayahmu. Lagi pula kita tidak bisa ke sana, jaraknya terlalu jauh."

Nadin mengernyit. "Kita ini keluarganya, Bu. Masa kita biarkan Ayah dirawat orang lain?" Nadin tidak mengerti ketidakpedulian ibunya.

Bu Sinta malah berdiri. Mau meninggalkan ruang tamu. Nadin tidak tahan dan akhirnya memutuskan sendiri.

"Aku saja yang pergi."

Ucapan Nadin membuat Bu Sinta berhenti. "Jangan, Nad!" katanya tegas.

"Kenapa, Bu? Aku malah heran melihat Ibu bertindak seperti orang lain. Dia kan suami Ibu."

"Ayahmu punya keluarga selain kita," ucap Bu Sinta lirih. Ia ragu, tapi Nadin harus tahu.

"Nenek?" Nadin tidak ingin berpikir lebih jauh, walaupun ia juga belum pernah bertemu nenek yang ia maksud itu.

"Bukan." Bu Sinta kembali duduk. Sepertinya ia akan mengatakan sesuatu yang sangat serius. Ia menatap Nadin lalu menjelaskan, "Aku bukan satu-satunya istri ayahmu."

Nadin bengong. Ia tidak mau percaya. "Jangan bercanda, Bu. Nggak lucu."

"Itu kenyataannya. Jadi, kita tidak perlu menemuinya. Keberadaan kita tidak boleh ketahuan oleh mereka," lanjut Bu Sinta.

Mereka diam. Panas menjalar di pelupuk mata Nadin, sedang ibunya mulai menangis. Sesak saat mengingat kejadiannya. Tatapannya menerawang.

'Kenapa Ibu bukan satu-satunya? Dan apa yang perlu disembunyikan sampai kita tidak boleh diketahui mereka?'

Pertanyaan ini yang selalu ingin ditanyakannya. Saat ia masih kecil. Ia selalu merasa berbeda dengan teman-temannya. Mereka selalu bepergian saat liburan sekolah bersama keluarga, sementara ia tidak ke mana-mana, terutama ke ibu kota.

"Ini sudah waktunya kamu mengetahuinya," ucap Bu Sinta sambil mengusap kedua pipinya.

"Kamu adalah anak dari istri kedua ayahmu. Ibumu ini istri simpanan. Ibu memberitahumu karena Ibu merasa kamu sudah bisa paham sekarang."

Perasaan Nadin tidak menentu. Haruskah ia mengasihani ibunya atau membencinya? Satu hal yang pasti, hatinya sakit mendengar pengakuan itu. Ia tidak bisa berkata-kata. Ia langsung mempertanyakan statusnya sendiri. Kalau begitu, dirinya anak haram? Ia pun menangis memikirkan itu.

'Tapi aku anak haram ya?'

"Tapi kamu anak kami yang lahir secara sah, Nad. Kamu ada di perut Ibu setelah kami melangsungkan pernikahan, walaupun secara siri," Bu Sinta seperti tahu isi pikiran Nadin. Itu membuat hati Nadin sedikit lega, meski tidak lekas membuat air matanya surut.

Sudah dua puluh tiga tahun ia hidup di dunia, tidak pernah sekalipun ia curiga tentang hubungan Bu Sinta dan Pak Dion yang sebenarnya memang tidak normal.

"Sudah saatnya kamu keluar dari kebahagiaan semu keluarga kita ini. Ayahmu adalah suami orang lain, ayah dari orang lain. Kamu bukan satu-satunya anak Ayah. Kamu punya seorang kakak perempuan dan seorang adik laki-laki. Meski kamu punya saudara, jangan pernah menunjukkan diri di hadapan mereka. Kalian tidak akan bisa akur. Mereka tidak menerima kita karena mereka menganggap aku merebut ayah mereka. Kalau mereka tahu keberadaan kita, Ibu takut kamu bisa berada dalam bahaya," jelas Bu Sinta. Ia tidak ingin membohongi Nadin lagi.

"Kenapa Ibu memberitahuku sekarang? Seandainya Ayah tidak sakit parah, Ibu masih menyembunyikannya, kan?" Nadin belum bisa terima.

"Ibu minta maaf, Nad. Ibu tidak memberitahu sejak dini karena Ibu merasa kamu juga tidak akan paham. Ketika kamu beranjak remaja, Ibu sempat ingin memberitahumu, tapi Ibu takut mentalmu belum siap. Ibu rasa sekarang waktu yang tepat, walaupun kenyataannya tetap saja membuatmu sakit hati. Ibu paham perasaanmu," jelas Bu Sinta.

"Kamu tidak boleh ke kota karena Ibu khawatir mereka mencelakaimu," lanjut Bu Sinta sambil mengusap air matanya lagi. Ia menatap Nadin. Tatapannya sendu. Nadin diam saja. Mau bagaimana lagi, ia tidak bisa mengulang waktu.

"Maafkan Ibu, Nad. Kamu mau kan memahami Ibu?" tanya Bu Sinta ingin memastikan.

Nadin masih tidak bisa berkata-kata, tapi ia menanggapi ibunya dengan anggukan. Bu Sinta lega.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

madchan
madchan
Lanjutkan, Thor. Bagus kok. Ronald sudah kelihatan mau bucin.
2026-09-02 00:03:03
0
0
Maram Nur
Maram Nur
Bagus, nunggu bucinnya Ronald. di up lagi dong
2026-09-01 23:54:19
0
0
Diah Ramayanti
Diah Ramayanti
ini novelnya g ada lanjutannya?
2026-03-28 16:39:02
1
0
mardawati95
mardawati95
Tidak dilanjutkan?
2025-12-31 23:07:46
1
0
Zizizaq
Zizizaq
tetap semangat...
2024-01-10 22:34:58
1
0
46 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status