Ronald melepaskan Nadin setelah menyetujui pernikahan. Nadin tidak lagi jadi pesuruh. Ia sudah dipindah ke ruang yang tepat: divisi marketing. Tapi ia belum bisa tenang, dibayangi rencana Ronald yang akan menikahinya. Hari itu, Pak Dion kebetulan berkunjung ke Bramasta. Nadin kaget melihatnya. Tanpa pikir panjang ia menyelinap ke bawah kolong meja. Rekan-rekannya bingung melihat tingkahnya, tapi mereka tidak sempat bertanya karena Ronald keburu masuk. Nadin bisa menebak apa yang akan terjadi. Bulunya meremang saat Ronald bertanya, "Di mana karyawan dari Mega Food?" Nadin semakin menunduk, memberi isyarat pada rekan di sebelahnya untuk diam. Sayangnya, arah pandang rekan kerjanya justru memberi tahu Ronald. "Saya tahu kamu di sana. Keluar sekarang juga," seru Ronald. Suaranya santai, tapi karena ruangan hening, suaranya menggema. Nadin bergeming. "Keluar sekarang, sebelum aku yang menyeretmu," ancam Ronald. Akhirnya Nadin keluar dengan canggung. "Kamu?!" Pak Dion terkesiap melihat
Read more