"Ahhh ... ahhh ... Arham ... hmmm ... aku mau ...," rintih Zara pasrah dengan napas naik turun yang sangat kencang."Lepaskan saja, Gina. Keluar untukku," perintah Arham penuh penekanan."Ahnnn! Eughhh ... ARHAMMM!"Zara menjerit pelan saat puncak kepuasan pertamanya pecah dengan dahsyat. Tubuhnya bergetar kencang di atas kasur, otot-otot kewanitaannya menjepit jari Arham dengan sangat erat saat cairan hangat meluap keluar. Zara terkulai lemas dengan napas terengah-engah.Arham tersenyum bangga menyaksikan bagaimana ia berhasil membawa wanita itu ke puncak nikmat hanya dengan permainan jarinya. Namun, saat Arham hendak bergerak mengungkung tubuhnya kembali, Zara menahan dada bidang Arham dengan kedua telapak tangannya."Tunggu, Arham ...," bisik Zara lirih. Matanya yang sayu kini berkilat oleh keberanian baru yang gila.Arham menghentikan gerakannya, menatap Zara dengan alis terangkat satu. "Kenapa, Sayang?""Sekarang giliranku ...," sahut Zara lembut.Dengan napas yang masih
Read more