Arham sama sekali tidak terlihat panik atau terganggu dengan celetukan polos anaknya. Sebaliknya, pria matang itu justru tertawa rendah, suara tawanya yang hangat dan seksi memecah heningnya ruang makan. Ia bangkit dari kursinya, melangkah santai mengitari meja makan hingga berdiri tepat di samping kursi Zara."Papa cuma memastikan Mama tidur dengan nyenyak, Sean," ujar Arham tenang.Sebelum Zara sempat bereaksi atau menjauhkan tubuhnya, Arham membungkukkan badannya. Pria itu mendaratkan ciuman yang cukup lama dan hangat tepat di pipi mulus Zara. Aroma parfum maskulin Arham yang khas bercampur aroma sabun mandi langsung menyergap indra penciuman Zara dari jarak semeter."A-Arham! Ada Mama sama Sean ...," bisik Zara panik dengan mata membelalak, mencoba mendorong dada Arham pelan.Arham tidak peduli. Ia justru makin menegakkan tubuhnya dengan santai, membelai puncak kepala Zara dengan penuh rasa kasih sayang yang terang-terangan di depan semua orang."Kenapa? Ini rumahku, kamu ca
Read more