Tubuh kurus Anji menghantam permukaan aspal yang keras dengan bunyi gedebuk yang menyedihkan. Pisau lipat di genggamannya terlempar jauh, berdenting beberapa kali sebelum lenyap ke dalam saluran air di tepi jalan lingkar luar. Pria itu mengerang kesakitan, memegangi punggungnya yang terasa remuk akibat hantaman yang begitu bertenaga dari tangan kekar Arham. Hembusan angin malam yang membawa aroma sisa hujan seolah tidak mampu mendinginkan suasana yang telanjur terbakar oleh amarah yang meluap dari dada sang penguasa bisnis.Arham tidak memberikan kesempatan satu detik pun bagi mangsanya untuk sekadar mengumpulkan sisa napas. Pria tegap itu melangkah maju, memburu tubuh Anji yang sedang merangkak panik di atas permukaan jalan yang basah. Sepatunya yang mahal menghentak keras, lalu cengkeraman tangannya kembali merenggut kerah kemeja batik sutra Anji hingga pria kurus itu terangkat setengah berdiri."Ampun, Pak Arham! Ampun! Saya khilaf, saya tidak bermaksud melukai Gina!" jerit Anji
Read more