Bab ini free, ya ~ Hepi ridiiing 💙💙💙💙💙💙💙“Jadi, kalian betul-betul mau ngebiarin Bapak hidup begini? Sendirian?”Suci yang baru berbalik dan berniat pergi itu, tidak jadi mengayunkan kaki ketika mendengar suara Ginanjar. Tubuhnya kembali berputar bersama Sahli dan menghela lelah saat menatap bapaknya. “Hidup itu pilihan,” ujar Suci menarik napas panjang. “Aku sudah bilang, kami bertiga masih membuka pintu dengan lebar buat Bapak. Jadi, semua keputusan ada di tangan Bapak.”“Kamu bisa ngomong begitu, karena kehidupanmu sekarang sudah enak.” Ginanjar kembali memberi alasan untuk membantah.“Justru karena hidupku sekarang sudah enak, itu yang mau kujaga,” balas Suci kembali menarik napas. “Aku, Sahli, sama Hadi nggak mau lagi hidup kayak dulu.”“Dan harusnya Bapak mikir,” timpal Sahli menyambung dengan cepat. “Kalau kami mau, kami bisa kok, nggak peduli sama Bapak. Kami bisa langsung putus hubungan sama Bapak. Apalagi kalau ingat semua yang sudah Bapak lakuin ke kami, terutama sa
Read more