“Kata Dokter, kondisi Suci sudah stabil,” ujar Nurul memberi penjelasan persis dengan yang dikatakan dokter beberapa waktu lalu. Tidak ada yang kurang, hanya sedikit didramatisir untuk mendapatkan perhatian Arif.Deswita sama sekali tidak menyela. Sejak Arif datang dengan wajah tegang, wanita itu memilih tetap diam di tempat duduknya. “Intinya, Suci nggak boleh capek-capek dulu, apalagi stres,” lanjut Nurul kemudian melirik tajam pada Deswita. Tatapan mereka sempat beradu sesaat, tetapi Nurul lebih dulu memutusnya. “Apa itu bahasanya tadi … emm, bedrest!”“Makasih, Te. Saya titip Suci sebentar,” ucap Arif sambil melonggarkan genggamannya pada tangan Suci yang sedang tertidur. Ia kemudian melepaskannya dan beranjak menghampiri Deswita. “Aku mau bicara.”Tanpa menunggu jawaban Deswita, Arif keluar lebih dulu dari ruangan. Ia menunggu di depan kamar rawat inap VVIP yang ditempati Suci. Ia yakin, istrinya bisa mendapatkan kamar tersebut karena koneksi Deswita. Namun, tetap saja ada hal y
Read more