Tepat pada saat ini, Ardika mengambil sebuah ponsel dari genggaman Vita, menyalakan ponsel itu dengan santai, lalu menghubungi sebuah nomor.Sebuah lagu jadul tiba-tiba berputar, tetapi ponsel dalam genggaman Wilgo tiba-tiba berbunyi.Selain itu, nama "Jerfis" tampak berkedip di layar ponselnya!Saat ini, bagi Wilgo nama itu sangatlah menakutkan.Napas Wilgo mulai terdengar berat, bulir-bulir keringat dingin membasahi keningnya.Dia menatap layar ponselnya dengan lekat, tidak berani menjawab panggilan telepon itu."Paman Wilgo, apa menjawab sebuah panggilan telepon saja kamu nggak bisa? Bagaimana kalau kubantu?"Sambil tersenyum, Cahdani langsung melangkah maju dan mengambil ponsel dalam genggaman Wilgo, lalu menekan tombol jawab.Suara acuh tak acuh Ardika terdengar dari ponsel Wilgo. "Pak Wilgo, apa semua kartu asmu sudah keluar?""Yah, kamu membuatku sangat kecewa."Begitu mendengar ucapan ini, energi di sekujur tubuh Wilgo seperti sudah terkuras habis, bahkan dia tampak seperti men
Baca selengkapnya