"Pak Gabriel, 'kan?"Ardika melirik Gabriel sekilas. Kalau bocah ini tidak berinisiatif menghampirinya, dia hampir lupa ada orang ini di sini.Apa boleh buat, kali ini datang terlalu banyak orang, satu kelompok demi satu kelompok."Panggil aku Gabriel saja, panggil aku Gabriel saja!"Gabriel berbicara sambil tersenyum. Namun, dengan wajahnya yang sedang babak belur saat ini, membuatnya terkesan agak konyol.Ditambah lagi, dia juga sudah berusia empat puluhan tahun. Hal ini membuat para murid cabang Provinsi Denpapan yang mendengar ucapannya ini, langsung melemparkan sorot mata meremehkan ke arahnya."Nggak perlu gugup."Ardika menepuk-nepuk pundaknya dan berkata dengan tegak, "Pak Gabriel, mulai sekarang tolong bantu jaga keamanan Klinik Torem. Ya, paling nggak, jangan sampai kejadian hari ini terulang lagi."Ardika sendiri sama sekali tidak memandang rendah Gabriel.Bagaimanapun juga, orang biasa juga punya cara bertahan hidup sendiri.Selama orang yang bersangkutan tidak berniat jaha
Read more