Makin memikirkannya, Desi makin ketakutan. Pada akhirnya, dia tidak bisa menahan diri dan mulai menangis."Semua ini salah Ardika sialan itu! Selama ini dia terus saja membuat masalah, sekarang pada akhirnya dia telah mencelakakan kita!""Huu ... hu .... Luna, dengar baik-baik. Kalau kali ini kamu nggak bercerai dengannya, aku akan putus hubungan denganmu!"Sambil memapah Desi, Jacky berusaha untuk membujuk istrinya, "Jangan dikatakan lagi. Apa kamu pikir sekarang Luna nggak merasa sedih?""Plak ...."Desi langsung mengangkat lengannya dan melayangkan satu tamparan ke wajah Jacky. "Berani-beraninya kamu bicara begitu?! Kamu juga seorang pecundang! Kalau saja kamu sedikit berkemampuan, apa kita perlu hidup bergantung pada putri kita?""Dulu kamu bahkan terus membela Ardika si sialan itu, apa kamu pikir aku nggak tahu?""Eh, Jacky, dengar baik-baik, kalau kali ini kamu membelanya lagi, nggak memihak padaku untuk menyuruh mereka bercerai, aku akan bercerai denganmu lebih dulu!""Hei, kamu
Magbasa pa