Sementara itu, di ruang bawah tanah, dua penjaga yang mereka lumpuhkan mulai sadar. Mereka mendapati pintu rahasia terbuka dan berlari melapor.Tak lama kemudian, Arvana tiba di lokasi. Melihat dua penjaga tergeletak, wajahnya menegang. Ia tahu siapa pelakunya, dan di dadanya antara marah dan takut, rasa bersalah aneh muncul.“Aku bodoh,” bisiknya pelan. “Membiarkan mereka masuk ke dalam istana…”Tapi sebelum ia sempat berpikir lebih jauh, udara di dalam ruang batu itu bergetar pelan. Cahaya dari rumah batu itu mulai menyala, seolah merespons sesuatu yang baru saja disentuh.Arvana menatapnya lama, wajahnya memucat. “Tidak… jangan sampai terbangun…”“Mohon ampun… mohon ampun…” Suara Arvana terdengar lirih di antara lantai batu yang dingin.Ia merangkak, tubuhnya gemetar, keringat dingin menetes dari pelipis. Aura suci yang memenuhi ruangan itu seperti pisau yang menekan lehernya.Begitu sampai di dalam ruang besar itu, ia berhenti. Di depan altar, bayangan Raja Goblin berdiri, bukan s
Last Updated : 2025-10-31 Read more