“Nathan!” Melihat keadaan itu, Liana spontan hendak berlari menolong.Dia sama sekali tidak menyangka Nathan akan langsung berada dalam posisi terdesak sejak pertarungan dimulai. Bagaimanapun, pria itu adalah orang yang telah dipilihnya, dan Liana tidak mungkin hanya berdiri diam menyaksikan Nathan menghadapi kematian.Kalau memang mereka harus mati, dia akan menghadapinya bersama Nathan.Namun, sebelum sempat melangkah lebih jauh, Rowan segera menarik tubuh Liana. “Jangan!”Rowan menggeleng keras. “Kalau kau maju sekarang, kau hanya akan mati bersamanya!”Setelah menahan Liana, Rowan sendiri justru bersiap bergerak.“Nathan tidak boleh mati!”Meskipun Rowan tahu dirinya bukan tandingan Zhevaron, dia tidak punya pilihan lain. Jika keadaan benar-benar memburuk, dia akan mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk memberi Nathan kesempatan bertahan.Namun, tepat ketika Rowan hendak bergerak, perubahan tiba-tiba terjadi. Di balik lapisan es yang membelenggu Nathan, cahaya merah mulai muncul.A
더 보기