Bunyi air dari kamar mandi berhenti, menandakan Saka sudah selesai. Tak lama, pintu terbuka dan Saka keluar dengan rambut masih basah, baju santai menempel di tubuhnya. Matanya otomatis tertuju ke arah kasur, dan seketika, alisnya bertaut. "Arum?" panggilnya pelan, langkahnya cepat mendekat. Di sisi kasur, Arum berdiri sambil merapikan kemeja kerja milik Saka, celananya sudah disiapkan, dasi pun dilipat rapi di sisi bantal. Tangannya bergerak cekatan, meski tubuhnya belum sepenuhnya pulih. "Kamu ngapain turun dari kasur?" suara Saka terdengar berat, namun ada kekhawatiran di baliknya. "Saya bisa siapin sendiri, kamu ga perlu capek-capek begini." Arum menoleh pelan, senyum kecil terbit di wajahnya. "Ga papa, tuan… ini ga capek sama sekali." Saka diam sebentar. Ada semburat rasa hangat di dadanya, tetapi juga gelisah. "Kamu belum sembuh betul, Arum. Jangan maksain diri kayak gini." "Badan saya udah lebih enakan kok." Arum menunduk, bibirnya mengerucut. Saka menghela napas p
Terakhir Diperbarui : 2026-01-31 Baca selengkapnya