".. Kenapa? Kenapa kamu nikah?" Sekala mencoba meraih jemari Arum, namun Arum dengan cepat menaruh tangannya di belakang tubuh. "Kala, tolong… Jangan buat posisi kita jadi semakin rumit." Sekala tersenyum tipis, nama itu terdengar terlalu lembut di telinganya. Sekala melangkah lebih dekat, menatap Arum dengan tatapan putus asa. "Tapi kamu... kamu masih punya perasaan itu ke aku, kan?" Arum menggelengkan kepala pelan, kakinya mundur satu langkah, matanya menghindari tatapan Sekala. "Kala, hentikan. Aku istri orang, Kal..." "Tapi temen-temen bilang kalau kamu juga suka aku. Kamu juga ngerasa, kan? Aku yakin kamu pasti tau aku suka sama kamu. Aku lagi nyiapin semuanya, Rum. Padahal sebentar lagi, sebentar lagi... Aku punya rencana setelah lulus ini mau langsung lamar kamu, Rum. Kita tunangan, lalu kamu tunggu aku sampai mampu memanjakan kamu dengan hasil kerja keras aku... tapi kamu malah..." Arum menunduk, matanya memerah. "Kala, aku akui, iya. Dulu mungkin aku pernah punya perasaa
Last Updated : 2026-01-28 Read more