Ciuman mereka masih menyisakan kehangatan yang menggema di antara dada. Saat Saka akhirnya membuka mata, ia melihat Arum yang juga menatapnya. Mata perempuan itu sedikit membesar karena gugup, pipinya memerah karena malu, dan dadanya masih naik turun tak teratur. Dan entah bagaimana, dari ciuman yang lembut itu, dunia seperti bergeser. Saka kembali mencium Arum, kali ini lebih dalam. Tangan kirinya menyentuh pipi Arum, sementara tangan kanannya memeluk pinggang gadis itu dengan ragu namun penuh. Arum pun tanpa sadar memeluk balik. Napas mereka semakin berat, panas tubuh mereka seperti saling menular. Dunia di sekitar perlahan memudar, hanya ada keduanya, dan detik-detik yang semakin mendekatkan mereka.Tangan Saka bergerak pelan, menyentuh lengan Arum, meraba pelipis, lalu turun ke rahang, seolah ingin menghafal setiap jengkal wajahnya. Arum yang semula kaku, kini semakin larut. Dan saat bibir mereka kembali bertemu, tubuhnya menghangat, begitu pun Saka.Saka, yang awalnya hanya menc
Read more