Malam itu jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Di dapur yang terasa begitu sunyi, Arum duduk sendiri di meja makan, wajahnya redup diterpa cahaya lampu di atas. Tangannya menggenggam ponsel dengan ragu, seolah memegang segenggam masa lalu yang sulit untuk dilepaskan. Jari-jarinya mulai mengetuk layar, membuka aplikasi pesan, mencari nama yang sudah lama ingin ia lupakan, Sekala. Ia sempat tersenyum pahit ketika melihat nama pemilik nomor yang ia simpan sebagai "Kapten Kala". Dengan napas berat, Arum mulai membaca ulang chat-chat mereka. Kata-kata yang dulu terasa hangat kini menusuk hatinya seperti duri. Ada tawa, perhatian, juga janji-janji yang tak sempat untuk direalisasikan. Air matanya mulai menetes, membasahi pipi. Arum menangis pelan, menahan isak yang hampir pecah, membiarkan kenangan yang terlupakan kembali datang menghantui. Ia terlalu larut dalam kenangan masa lalu, hingga tak menyadari bayangan seseorang muncul di belakangnya. Sosok yang terbangun untuk mengamb
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-28 อ่านเพิ่มเติม