"Dia seorang banci?" bisik Baraka sambil berpaling ke belakang, karena Putri Malu ada di belakangnya. Putri Malu hanya mengangguk dan tersenyum canggung."Jadi, menurutmu kita habisi saja mereka?"Batu Laut menjawab, "Ya, habisi saja. Terutama yang lelaki itu. Ih... aku sebel sekali sama dia!""Majulah dulu kalau kau memang sebal sama pemuda itu!""Iiiih... mampus kamu, Cah Bagus...!" ia berlari maju dengan pantat ketinggalan. Lenggak-lenggoknya mirip perempuan genit. Tapi setelah dekat dengan Baraka, lelaki berusia sekitar empat puluh tahun itu menebaskan pedangnya membabi buta.Wung, wuung, wung, wuuung...!Gerakan pedang besar itu begitu cepat hingga kibasan anginnya memercikkan ketajaman mata pedang. Seakan tubuh Baraka tergores ketajamannya walau sebenarnya pedang itu tak sampai menyentuh kulit tubuh.Mau tak mau Baraka bersalto mundur dua kali. Wuuk, wukkk...!Ia diam sebentar di sana, memandang si rambut botak. Seakan ta
Read more