"Kalau tidak memakan korban nyawa, apakah aku harus memakan dia bulat-bulat!" ketus Buyut Gerang."Percayalah, aku akan mengusahakan muridmu kembali," bujuk Baraka dengan tetap tenang. "Terserah apa maumu! Yang jelas aku menunggu sampai batas matahari tenggelam. Kalau muridku belum dikembalikan, kucari dia dan kuhancurkan perguruannya!"Setelah berkata begitu, Buyut Gerang melesat pergi bagaikan angin berhembus. Weesss...!Baraka hanya geleng-geleng kepala dan bicara pelan pada diri sendiri, "Galak juga orangtua itu! Ilmunya cukup tinggi, tapi menahan amarah masih belum bisa."Setelah mendekati Ranggu Pura, Baraka menggunakan hawa ‘Kristal Bening’ miliknya untuk mengobatinya.Setelah selesai mengobati Ranggu Pura, Baraka bertanya kepada Ranggu Pura sambil masih jongkok di depannya, "Siapa nama murid Ki Buyut Gerang itu?""Kismi, atau sering disebut Cumbu Bayangan?""Ooo...," Baraka manggut-manggut sambil berdiri,
더 보기