Compartilhar

1585. Part 11

last update Data de publicação: 2026-04-07 01:01:25

"Cari di sekitar semak bawah pohon ini! Siapa tahu jatuh di suatu tempat!" kata Baraka sambil menahan kedongkolan. Namun sampai beberapa saat mereka menjelajahi semak di sekeliling pohon, Suling Naga Krishna itu tetap tidak ditemukan. Akhirnya Baraka berhenti mencari dan berdiri bersandar pada batang pohon tersebut. Napasnya terhempas dalam keadaan kepala mendongak. Hempasan napas itu dimaksudkan untuk menghilangkan rasa dongkol yang akan membuatnya marah.

"Maafkan aku," ujar Putri Mal

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pendekar Kera Sakti   1593. Part 19

    "Baiklah, aku menurut dengan saranmu. Kupikir memang ada baiknya aku menjaga diri agar aku bisa merawatmu."Pendekar Kera Sakti sunggingkan senyum tipis. Sorot matanya tertuju ke mata indah Putri Malu. Sorot mata itu merayap ke hidung bangir, lalu ke bibir menggemaskan, lalu ke dada. Sampai di dada sorot mata itu cepat-cepat naik lagi, tak berani terlalu lama memandangi dada berkulit mulus, takut terjadi pemberontakan dalam jiwanya."Masih terasa sakit?" tanya Putri Malu dengan suara lembut.Baraka menggeleng pelan."Tapi kau berkeringat, apakah menahan sakit?" sambil keringat di kening Baraka segera dihapusnya memakai kain ikat pinggang berwarna kuning. Kain itu dilepas dari pinggang Putri Malu dan digunakan mengeringkan keringat di sekitar kening dan pelipis. Dengan terlepasnya kain ikat pinggang yang selama ini membuat rompi merah tak berlengan itu menjadi rapat bagian depannya, maka keadaan rompi merah pun menjadi berubah. Rompi itu membuka dan kulit

  • Pendekar Kera Sakti   1592. Part 18

    Ketika hal itu ditanyakan kepada Baraka, Pendekar Kera Sakti itu hanya menjawab, "Aku tak tahu. Aku baru saja siuman dari pingsanku.""Oh, kau sempat pingsan!""Ya, karena menahan rasa sakit yang datang lagi secara bertubi-tubi ini!" sambil ia menunjuk kakinya yang kian membusuk.Karena senja semakin temaram, Putri Malu berkata kepada Baraka, "Aku tadi melihat sebuah gua di lereng sebelah selatan sana. Bagaimana kalau kau kubawa ke gua itu, lalu kutinggalkan di sana untuk mencari daun penangkal racun?""Apakah gua itu aman untuk kita?""Aku sempat memeriksa sebentar. Gua itu aman, hanya sedikit agak kotor. Dan lagi... sebentar lagi petang akan tiba. Kita harus segera dapatkan tempat untuk bermalam. Langit menghitam begitu, pasti akan turun hujan."Pendekar Kera Sakti tidak mempunyai pilihan lain, ia terpaksa menerima uluran tangan Putri Malu untuk bangkit dan menuju ke sebuah gua yang dimaksud si gadis tadi."Bagaimana kalau kau kupan

  • Pendekar Kera Sakti   1591. Part 17

    Woos, wooos, woos, woos...!Blegeeerrr...!Badai besar berkecepatan tinggi menerjang apa saja yang ada di depan Baraka. Bumi pun berguncang hebat, langit berawan gelap, kilatan cahaya petir bersahutan di angkasa. Keadaan itu seperti awal kedatangan kiamat.Pohon-pohon tumbang beterbangan, sekalipun yang berukuran besar maupun kecil. Tumbangnya pohon-pohon itu menimbulkan suara semakin gaduh. Bebatuan tersapu oleh badai yang melanda tempat itu. Bongkahan batu besar pecah menjadi bongkahan kecil, yang berukuran tanggung pecah menjadi kerikil. Yang berukuran kecil terbang bagaikan kapas terhempas angin.Siluman Selaksa Nyawa semula bermaksud melawan badai kekuatan Ilmu ‘Mata Malaikat’ itu dengan berdiri tegak, tongkatnya ditancapkan ke tanah, ia biarkan angin badai menyapu dirinya, menyingkapkan kerudung hitamnya hingga rambutnya yang panjang tampak meriap-riap tersapu angin badai. Tetapi pertahanan itu segera tumbang setelah sebatang pohon terba

  • Pendekar Kera Sakti   1590. Part 16

    Siluman Selaksa Nyawa selain berilmu tinggi juga punya kelicikan yang membuatnya licin seperti belut, sukar diburu dan ditangkap. Namun sekarang tokoh sesat itu ada di depan Baraka, seolah-olah menantang perburuan yang dilakukan Baraka selama ini. Sayang sekali keadaan Baraka cukup lemah untuk lakukan perlawanan.Sekalipun Baraka tahu bahwa Siluman Selaksa Nyawa hanya akan bisa dibunuh dengan Pedang Kayu Petir, namun setidaknya dalam keadaan bagaimanapun Pendekar Kera Sakti harus lakukan penyerangan dan perlawanan terhadap orang terkutuk yang membunuh saudara kembarnya, ayah-ibunya dan anaknya sendiri itu. Karenanya, ketika Siluman Selaksa Nyawa diam tak bergerak dalam jarak enam langkah dari Baraka dengan mata memandang tajam dan kedinginannya bagai membekukan seluruh darah, Pendekar Kera Sakti tak mau kalah nyali, ia juga memandang penuh sikap menantang, walaupun keadaan luka di kakinya sebenarnya tidak memungkinkan bagi sang Pendekar untuk melakukan pertarungan."Ki

  • Pendekar Kera Sakti   1589. Part 15

    Puiiih...!Hal itu dilakukan lebih dari lima kali, sampai akhirnya seringai di wajah Pendekar Kera Sakti mulai hilang. Rasa sakit mulai menipis. Namun luka belum bisa sembuh. Pembusukan masih terjadi di batas betis ke bawah. Bahkan sekarang luka itu bagaikan bergerak merayap mendekati lutut."Masih terasa sakit!""Tid... tidak. Tapi luka ini masih bergerak terus.""Aku telah membuang rasa sakitnya. Tapi racun itu susah kusedot pakai tenagaku!""Kalau saja saat ini suling mustiku ada, aku tak akan semenderita ini, Putri Malu."Hati gadis itu meratap sedih dan penuh penyesalan. Rasa bersalah semakin menghantui jiwanya. Dan kini ia merasa bertanggung jawab terhadap luka Pendekar Kera Sakti, ia harus bisa menyembuhkan luka berbahaya itu karena gara-gara ulahnya maka luka itu tak bisa dicegah oleh sang Pendekar Kera Sakti."Maaf, aku harus menotok lututmu untuk membendung gerakan racun yang akan menjalar ke sana!""Lakukanlah...!" k

  • Pendekar Kera Sakti   1588. Part 14

    Weeet...!Jruub...! Pedang itu menancap di batang pohon. Kurang dari setengah jengkal akan menembus daun telinga Pendekar Kera Sakti.Pada saat Baraka mengelak itulah, Lumut Karang melepaskan pukulan tenaga dalam jarak jauh, berupa sinar biru dari tengah telapak tangannya.Suuuut...!"Awaaass...!" teriak Putri Malu dengan tegang.Baraka menghindar dengan satu lompatan. Tapi gerakannya terlambat sedikit. Kaki Baraka terkena sinar biru itu.Blaab...!"Aaauuh...!" Baraka memekik keras karena kaget dan merasakan sakit bukan kepalang, ia pun segera roboh tak mampu berdiri lagi. Kaki kirinya menjadi memar membiru bahkan seperti mau busuk."Mampus kau, Cah Bagus. Kupenggal kepalamu, Iiihh...!" Batu Laut gemas sekali, ia segera berlari melompat dengan berjungkir balik cepat, lalu tiba di samping Baraka.Pedang besar diangkat, siap untuk ditebaskan. Putri Malu siap lepaskan pukulan jarak jauhnya yang akan mengarah ke punggung Bat

  • Pendekar Kera Sakti   1473. Part 15

    "Benar. Kita mengintip dua orang yang ada di balik gugusan batu cadas itu!"Seketika itu merah pula wajah Teratai Kipas menahan rasa malu bercampur kecewa. Hatinya membatin penuh gerutu, "Sial! Kalau tahu diajak sembunyi kenapa harus berdebar-debar penuh harap. Uuh...! Dasar pemuda edan. S

    last updateÚltima atualização : 2026-04-04
  • Pendekar Kera Sakti   1415. Part 2

    Tetapi Nyai Sapu Lanang bukan orang berotak udang yang bisa dibuat rempeyek. Nyai Sapu Lanang cukup cerdas dalam menyimpulkan sesuatu masalah, sehingga dengan tegas ia pun berkata, "Kau tak mungkin hanya anak desa biasa! Gerakan larimu kulihat begitu cepat. Itu sudah menandakan kau berilmu tinggi

    last updateÚltima atualização : 2026-04-04
  • Pendekar Kera Sakti   1459. Golok Setan

    NAPAS Sumbaruni terengah-engah. Bukan karena lelah berlari menyusul Pendekar Kera Sakti, tapi karena diburu oleh kecemburuan yang membuatnya terpaksa menahan napas, menahan kemarahan sendiri. Ia berhenti pada satu ketinggian tebing. Dari atas tebing landai itu ia dapat memandang ke bawah, mencari

    last updateÚltima atualização : 2026-04-04
  • Pendekar Kera Sakti   1432. Part 19

    Baraka hanya tersenyum dan tak lanjutkan kata. Tetapi Teratai Kipas melanjutkan ucapannya dalam hati, "Setan alas! Ternyata dia benar-benar tampan dan sangat menawan. Dia memancarkan daya tarik yang tinggi, sehingga aku dibuatnya berdebar-debar sejak tadi. Rasa-rasanya sangat disayangkan jika kul

    last updateÚltima atualização : 2026-04-04
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status