Malam itu seakan berhenti berputar. Di dalam gudang gelap yang lembab, Midas menumpahkan seluruh beban yang selama ini ia simpan sendiri. Tangisnya tidak lagi ditahan, dadanya naik turun tak beraturan. Mita tidak menyela, tidak bertanya, hanya membiarkannya menangis di pelukannya, menerima setiap getar kesedihan itu tanpa syarat.Namun tiba-tiba, Midas melepaskan pelukan itu. Ia mundur, wajahnya berubah tegang. Kedua tangannya meremas kepalanya sendiri, seolah ingin menghentikan ribuan suara di dalam pikirannya.“Aku tidak bisa lagi,” katanya parau. “Semua orang… selalu berbohong. Aku takut.”Napasnya memburu, matanya liar, penuh ketakutan yang belum sempat sembuh. “Aku takut kamu juga sama. Aku tidak sanggup kalau harus hancur sekali lagi.”Tubuhnya bergetar hebat, frustasi itu meluap menjadi kemarahan pada dirinya sendiri. Mita menatapnya dengan mata berkaca-kaca, namun wajahnya tetap tenang. Ia tidak mendekat dengan tergesa, tidak memaksanya percaya.Perlahan, Mita duduk di hadapan
Last Updated : 2025-12-14 Read more