Midas berdiri mematung di tengah laboratorium. Lampu putih memantul di permukaan baja, menciptakan kilau dingin yang menegaskan keheningan. Di balik dinding kaca, kamera siaran langsung menyorot setiap sudut ruangan. Jutaan mata menatapnya, menunggu, menuntut, menghakimi.Perkataan Toshiro bergaung di kepalanya seperti gema tak berujung. Jangan tunjukkan semua rahasia itu ke publik.Tak seorang pun berani berbicara. Tomi menahan napas. Jian menggenggam tepi meja hingga buku jarinya memucat. Brian dan Ardi berdiri kaku, seolah satu gerakan saja bisa memicu bencana. Mita menatap punggung Midas, jantungnya berdetak terlalu cepat untuk ditenangkan.Beberapa menit berlalu, terasa seperti jam. Lalu, Midas tersenyum.Senyum kecil, tenang, yang membuat bulu kuduk siapa pun berdiri. Ia melangkah maju, menatap deretan bahan yang telah ia pesan, yaitu cairan bening berlabel kode, serbuk mineral mikroskopis, larutan penetral, dan ampul-ampul steril yang tersusun simetris. Tangannya bergerak cekat
Last Updated : 2026-01-10 Read more