Melihat Selina ditendang hingga jatuh, Jaludin yang merasa tidak tega mengingatkan sembari mengernyit, "Aduh, kalian jangan terlalu kasar. Kalau dia terluka, aku akan potong bayaran kalian. Lagi pula, bukannya aku suruh kalian bereskan pemuda itu dulu?"Empat pria kekar itu memaki Jaludin di dalam hati, tetapi salah satu dari mereka tetap berusaha menyahut dengan ramah, "Pak Jaludin, kami memang ingin membereskan pemuda itu dulu. Tapi, kamu juga lihat wanita ini menghalangi kami. Jadi, kami nggak bisa membereskan pemuda itu sebelum menangkap wanita ini."Selina sudah bangkit untuk lanjut bertarung dengan para pria kekar itu.Jaludin menanggapi dengan alis berkerut, "Ya sudah. Sama saja kalau kalian menangkap Selina terlebih dulu. Tapi, kalian harus hati-hati. Jangan terlalu kasar."Pria kekar menyetujui, "Tenang saja, Pak. Kami tahu batasan."Setelah lanjut bertarung sejenak, Selina tidak bisa tahan lagi. Kakinya ditendang, lalu tubuhnya lemas. Dia hampir jatuh ke tanah.Namun, Selina
続きを読む