Noah terbangun dengan dahi berkerut. Tubuhnya terasa aneh—pegal, berat, dan tangan kanannya kesemutan sampai ke ujung jari. Ia mencoba menggerakkan lengan, tapi nyaris tak bisa, seolah ada beban hangat yang menahannya.Pelan-pelan ia menurunkan pandangan. Aishwa, tidur nyenyak dengan kepala bertumpu tepat di lengannya. Satu tangan melingkar di pinggangnya, kaki mereka saling mengait tanpa sisa ruang. Pelukannya erat, bukan pelukan setengah sadar, melainkan orang yang seolah takut kehilangan."Oh… pantes," gumam Noah lirih.Ia tersenyum tipis meski rasa kesemutan makin menjadi. Tangannya seperti mati rasa, tapi ia tak berani bergerak kasar. Dengan hati-hati, ia menyelipkan tangan kirinya ke bawah kepala Aishwa, menopang tengkuk istrinya dengan gerakan selembut mungkin. Aishwa hanya bergumam kecil, mengerutkan hidung, lalu kembali diam.Noah menahan napas. Pelan… sedikit lagi. Akhirnya kepala Aishwa berhasil ia pindahkan ke atas bantal. Noah menarik lengannya perlahan, lalu menggeleng-g
Last Updated : 2026-01-26 Read more