“Dokter Leo… Anda sudah berhasil.”Suara itu terdengar jernih di tengah dengung alat medis. Leo menoleh perlahan. Dokter yang berbicara adalah salah satu senior yang paling ia hormati—rekan yang sejak awal mempercayainya, yang ikut terbang ke Indonesia untuk menjemput pendonor, dan menyaksikan sendiri betapa besar harga yang harus Leo bayar untuk sampai di titik ini.Leo menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan, seolah baru sekarang ia diizinkan bernapas kembali. Dadanya masih sesak; beban berat yang menindihnya sejak tadi perlahan terangkat. Tubuhnya sudah berada di ambang batas kemampuan manusia, atau mungkin, ia sudah melampauinya.Jika bukan karena cinta, ia tahu ia sudah menyerah sejak lama.Di sini, ia tidak berdiri semata sebagai dokter, ilmuwan, atau peneliti. Ia berdiri sebagai seorang pria yang mempertaruhkan segalanya demi wanita yang ia cintai.“Leo,” lanjut dokter itu dengan nada yang lebih personal, “ketika operasi ini tuntas sepenuhnya, Anda tidak hanya suks
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-13 อ่านเพิ่มเติม