Rieco langsung mendorong Afkar dengan kasar. Segera setelah itu, ekspresi Afkar pun menjadi muram. Dia tak kuasa mendengus dingin.Bam!Saat berikutnya, Afkar hanya menggoyangkan bahunya sedikit dan tubuh Rieco langsung terpental jauh. Padahal, Afkar sama sekali tidak menggunakan kekuatan penuh, tetapi itu tetap membuat Rieco merasa dunia berputar dan perutnya mual."Ahhh!" Setelah jatuh ke tanah, Rieco menjerit, lalu berguling bangun. Kekacauan kecil itu langsung menarik perhatian para anggota Sekte Pendobrak Gunung yang berada di sekitar kamp.Sret, sret, sret!Dalam sekejap, puluhan tatapan tidak bersahabat langsung mengarah ke Afkar. Rieco berdiri sambil menepuk-nepuk celananya, lalu menunjuk Afkar sambil berteriak marah, "Eh, beraninya kamu memukulku? Cari mati ya? Apa kamu tahu ini tempat apa? Beraninya kamu bertindak di dalam kamp Sekte Pendobrak Gunung?"Afkar menyeringai dingin ketika membalas, "Kalau aku benaran mau memukulmu, kamu pikir dirimu masih bisa berdiri sekarang?""
Read more