Seiring Afkar melangkah memasuki aula besar itu, beberapa pasang mata langsung tertuju padanya.Aurel, Rose, Calvina, termasuk Brandon yang juga hadir kali ini, refleks menatapnya dengan sikap bersahabat. Namun selain keempat orang itu, hampir semua yang lain memandang Afkar dengan penuh permusuhan.Tentu saja, di balik permusuhan itu juga terselip rasa waspada dan gentar.Sejak ditekan habis-habisan oleh Afkar di Keluarga Rajendra kuno sebelumnya, Nicolas, Viola, Arnold, dan Laveta masih menyimpan trauma mendalam hingga kini. Adegan Afkar yang mengendalikan burung ilahi tanpa kepala sambil melawan ratusan ahli tingkat pemecahan kekosongan, membuat mereka kagum sekaligus iri.Afkar bukan hanya target mereka, tetapi juga ancaman terbesar mereka.Namun, jika harus menyebut siapa yang memandang Afkar dengan kebencian paling keji, tentu tak lain adalah Noah.Saat ini Noah memancarkan aura feminin yang gelap dan licik, bahkan jauh lebih pekat daripada sebelumnya. Seolah-olah, dari luar oran
Read more