Di dalam salah satu kamar vila, Afkar membawa Sahira masuk, lalu menutup pintu. Dia menatap Sahira dengan ekspresi datar dan berkata, "Menurutmu lucu memecah belah rumah tangga kami?"Reaksi Felicia yang begitu tenang dan datar, bagi Afkar, itu adalah bentuk kekecewaan terhadapnya. Oleh karena itu, saat ini dia benar-benar menahan amarahnya terhadap Sahira.Sahira hanya tertawa kecil, lalu balik bertanya dengan sinis, "Kenapa? Apa aku salah ngomong? Lagi pula, kalian memang harus bicara berdua, 'kan? Masa kamu mau ngomong soal kutukan di tubuh anakmu di depan anakmu sendiri? Atau di depan istrimu?"Afkar mendengus dingin, lalu mengibaskan tangannya dan menatap Sahira dengan sorot penuh harap, "Di telepon, kamu bilang bisa menekan kutukan dalam tubuh anakku. Kamu punya cara apa?"Sahira mengangguk ringan. "Benar, aku memang punya cara untuk menekan kutukan itu. Tapi sebelumnya harus aku jelaskan, aku nggak bisa menyembuhkannya. Aku cuma bisa membantu meringankan rasa sakitnya saat kutuk
Magbasa pa