“Signore!” Nicollo langsung bangun dan menyapa dengan penuh hormat.Terlihat dari sudut mata Trevor bagaimana di samping Nicollo, Tamara memandang dengan wajah tersenyum.Ya ... setidaknya begitulah menurut pikiran Trevor.“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Trevor dengan raut tak senang.Tapi Nicollo tidak menyadarinya. Bagi Nicollo, baik Trevor maupun seluruh keluarga Kozlov teramat baik padanya dan pada kakeknya. Jadi, dia tidak pernah berpikiran jika ada dari keluarga Kozlov yang tidak menyukainya, apalagi Trevor.Di benaknya, Signor Trevor selalu baik, walaupun sedikit galak.“Aku mendapat cuti hari ini sehingga datang berkunjung ke sini,” sahut Nicollo apa adanya.Namun, bukan itu yang ditanyakan Trevor, melainkan apa yang dia lakukan berdua dengan Tamara di dapur ini, hanya berdua saja!“Lalu mana kakekmu?” tanya Trevor lagi sedikit sinis.Namun lagi-lagi, bagi Nicollo itu terdengar biasa saja. Sinisnya Trevor terdengar seperti sebuah ketegasan dan wibawa.“Sedang ke toilet,
Read more