Dewa Perang Ares menatap sekelilingnya dengan napas memburu. Pasukan Dewa yang dipimpin olehnya untuk membunuh Batara Geni, hanya tersisa sedikit. Bahkan dirinya juga terluka oleh ledakan tersebut."Kekuatan yang mengerikan..." batin Dewa Ares.Batara Geni menatap kearah Dewa Perang tersebut lalu sekejap kemudian tubuhnya menghilang. Dewa Ares terkejut. Namun belum habis rasa terkejutnya, sosok Batara Geni sudah ada di belakang tubuhnya. Aura kekuatan yang menekan itu membuat Dewa Ares membeku."Ares, aku beritahu kau sesuatu...Ini peringatan sekaligus ancaman dariku...Sebenarnya, aku bisa saja memusnahkan Olimpus dengan tanganku sendiri. Tapi aku mendapat mandat dari seseorang, agar aku menghormati leluhur kalian. Jadi, sebelum aku melanggar janjiku padanya, lebih baik kau katakan kepada Zeus ayahmu, agar tidak berbuat ulah terlalu jauh." kata Batara Geni membuat Dewa Ares terdiam terpaku. Namun bukannya takut dengan ancaman tersebut, tinjunya malah justru terkepal. Amarahnya mengge
Leer más