Sejak pertemuannya dengan Twin di gudang kemarin, perasaan Bram tidak pernah benar-benar tenang. Bayangan tatapan perempuan itu terus menghantuinya bahkan saat ia sedang bekerja mengangkat kardus maupun ketika pulang ke rumah.Ada sesuatu yang berbeda.Twin yang dulu ia kenal memang manipulatif, keras kepala, dan suka mencari perhatian. Namun perempuan yang datang ke gudang kemarin terlihat seperti seseorang yang sudah kehilangan segalanya.Dan orang yang kehilangan segalanya sering kali menjadi sosok paling berbahaya.Malam itu, Bram pulang lebih lambat dari biasanya. Hujan gerimis kembali turun membasahi jalanan. Lampu-lampu kota memantulkan cahaya kekuningan di genangan air sepanjang trotoar.Saat memasuki rumah, ia mendengar suara tawa kecil dari ruang makan.Hana sedang bercerita tentang kegiatan sekolahnya sambil memperlihatkan buku gambar kepada Julia.“Mama lihat, Hana juara gambar!”“Wah, bagus sekali,” puji Julia sambil tersenyum tulus.Untuk sesaat, Bram berhenti di ambang
Read more