Pagi datang bersama langit mendung dan udara dingin yang merayap masuk dari celah jendela. Rumah itu masih sama, tetapi suasananya terasa jauh berbeda sejak malam penuh tangisan kemarin. Tidak ada suara pertengkaran, tidak ada bentakan, namun justru keheningan itulah yang membuat semuanya terasa semakin retak.Julia terbangun lebih pagi dari biasanya. Ia memandangi Hana yang masih tertidur di sampingnya sambil memeluk boneka Upin dengan erat. Bekas tangisan semalam masih terlihat jelas di wajah kecil putrinya. Mata gadis kecil itu sedikit bengkak, membuat dada Julia kembali terasa sesak.Perempuan itu mengusap lembut rambut Hana.Rasa bersalah perlahan merambat di hatinya.Ia terlalu fokus bertahan dengan lukanya sendiri sampai lupa bahwa anak mereka ikut tenggelam di tengah kehancuran rumah tangga ini.Sementara di luar kamar, Bram duduk sendirian di meja makan sejak subuh. Secangkir kopi di depannya sudah dingin, tetapi belum tersentuh sedikit pun. Matanya kosong menatap surat gugat
Last Updated : 2026-05-26 Read more