Pagi itu, sinar matahari masuk melalui jendela kamar Hana, tetapi kehangatan yang biasanya dibawa cahaya pagi tidak mampu mengusir ketegangan yang masih menyelimuti rumah Julia dan Bram.Hana akhirnya kembali.Anak itu selamat.Namun pengalaman mengerikan yang dialaminya meninggalkan bekas yang tidak mudah hilang.Malam sebelumnya, Hana menolak tidur sendirian. Ia terus memeluk Julia bahkan saat matanya mulai terpejam. Beberapa kali ia terbangun dan memastikan ibunya masih berada di sampingnya."Mama nggak pergi, kan?" tanyanya dengan suara kecil.Julia langsung mengusap rambut putrinya."Nggak, Sayang.""Janji?""Janji."Barulah Hana kembali memejamkan mata.Setelah putrinya tertidur, Julia justru tidak bisa tidur semalaman. Ia duduk di sisi ranjang sambil memperhatikan wajah Hana yang damai.Sementara di sudut kamar, Bram duduk dalam diam.Peristiwa penculikan itu seperti tamparan keras yang membangunkan mereka dari banyak hal.Mereka mengira masalah terbesar sudah berlalu.Mereka s
Read more