Setelah Bu Sulastri dan Arman pergi dengan muka masam, rumah itu kembali sunyi. Namun sunyi yang kali ini terasa berbeda. Bukan hanya karena pertengkaran baru saja lewat, melainkan karena Julia dan Bram sama-sama kehabisan tenaga untuk marah. Seolah emosi mereka sudah diperas habis. Julia duduk di sofa sambil memijat pelipis, sedangkan Bram berdiri lama di dekat jendela, menatap pagar yang baru saja tertutup. Lelaki itu tidak bicara apa-apa, tetapi dari pundaknya yang turun dan napasnya yang berat, Julia tahu Bram sedang dihantam rasa malu yang lebih dalam dari sebelumnya.“Mas,” panggil Julia akhirnya.Bram menoleh pelan.“Aku capek.”Dua kata sederhana itu justru membuat Bram menunduk. Sebab ia tahu, Julia bukan hanya lelah bekerja, bukan hanya lelah mengurus Hana, melainkan lelah menanggung semua kebodohan orang-orang di sekeliling Bram.“Aku juga,” jawab Bram lirih.Hana yang sejak tadi diam-diam mengintip dari balik pintu kamar mendekat sambil membawa boneka Upin. Gadis kecil i
Last Updated : 2026-05-06 Read more