Pagi datang bersama kesibukan yang mulai kembali terasa normal di rumah kecil milik Julia dan Bram. Setelah berbulan-bulan hidup di bawah bayang-bayang perselingkuhan, fitnah, kehilangan pekerjaan, hingga teror misterius, mereka perlahan mulai menemukan ritme baru. Julia sibuk mempersiapkan pesanan pelanggan yang kini semakin banyak. Usaha katering dan toko kuenya berkembang jauh melampaui perkiraannya. Sementara itu, Bram membantu mengangkat bahan baku dan mengantar beberapa pesanan sebelum berangkat ke pekerjaan serabutannya.Namun ketenangan itu terasa rapuh.Seperti kaca tipis yang bisa pecah kapan saja.Bram baru saja selesai memasukkan beberapa kotak kue ke dalam mobil ketika ponselnya berdering.Nomor tak dikenal.Awalnya ia ingin mengabaikannya. Beberapa bulan terakhir ia memang sering menerima panggilan aneh.Tetapi entah mengapa, kali ini ia mengangkatnya."Halo?"Beberapa detik hening.Lalu terdengar suara laki-laki yang berat."Kau masih hidup enak rupanya."Kening Bram l
Read more