"Enggak! Aku nggak setuju, Yah!" seru Kenzie, kepalanya menggeleng cepat, menolak mentah-mentah ide yang baru saja dilontarkan Ayah Calvin."Bukannya dari awal aku sudah bilang, kalau masalah Keiko jangan sampai bocor pada Zea? Jadi Ayah nggak perlu minta bantuan Zea, nggak perlu bawa-bawa Zea dalam hal ini." Nada bicaranya meninggi, sarat akan kekhawatiran yang selama ini dia pendam. Bayangan momen Zea yang duduk bersama Jamal kembali berputar di benaknya, membuatnya semakin tidak rela.Ayah Calvin menghela napas panjang, mencoba meredam emosinya. "Ayah mengerti perasaanmu, Ken. Tapi Ayah mohon... kali ini saja, tolong turuti permintaan Ayah. Semua ini untuk Keiko, Ayah yakin... cuma Zea yang bisa meluluhkan hati Jamal. Memangnya kamu mau, melihat Keiko di penjara? Kasihan dia, Ken." Suara Ayah Calvin bergetar, matanya berkaca-kaca, memohon dengan sangat agar Kenzie mau mengerti.Kenzie mengepalkan tangannya, dadanya terasa sesak. "Tapi Jamal itu orangnya kurang ajar, Ayah. Bagaimana
Terakhir Diperbarui : 2025-11-09 Baca selengkapnya