Aku terbangun saat mendengar suara-suara di dapur. Saat melihat ke sebelah, Bang Iza sudah tak ada lagi di sana. Perlahan aku bangkit, lalu dengan berpegangan pada dinding aku meraih kursi roda.Sampai di dapur, terlihat suamiku itu tengah berkutat dengan bahan masakan. Padahal harusnya itu menjadi tugasku. "Sudah bangun, Sayang? Mandi dulu sana, terus sholat subuh. Mumpung masih sempat," titahnya begitu melihat aku masuk ke dapur."Air hangatnya udah Abang siapkan," lanjutnya lagi.Bukannya senang dengan segala perhatiannya, hatiku malah jadi terasa sedih. Harusnya itu semua tugasku sebagai istri, tapi malah Bang Iza yang melakukan semuanya untukku. Baru juga tadi malam aku merasa senang karena sedikit merasa berguna, tapi sekarang rasa rendah diri ini kembali.Rasa tak enak hati pun jadi makin bertambah saat melihat keranjang cucian sudah kosong. Sepertinya Bang Iza juga sudah mencuci semua pakaian kotor kami.'Ah, benar-benar tak berguna kau, Alin!' Rutukku dalam hati."Sayang! Ko
최신 업데이트 : 2026-01-28 더 보기