Hvitserk turun dari mobil, membopong Erika yang ia peluk erat, disambut oleh Nyonya Irina, Zetha, dan suaminya, Luciano Sky, yang beberapa saat lalu baru tiba di Palazzo Serbelloni, lalu langsung menuju rumah sakit begitu mendengar Luca memberitahukan posisi Erika pada Hvitserk.Langkah Hvitserk cepat, nyaris tak memberi jeda. Lengannya yang memeluk Erika mengencang, bukan hanya menjaga, tapi seolah menahan sesuatu agar tidak lepas darinya.Hvitserk membaringkan tubuh Erika perlahan di atas brankar, jemarinya masih enggan melepaskan. Ia melirik Zetha yang menganggukkan kepala samar padanya, sorot mata yang tenang, tapi penuh arti."Lyubimaya ...aku pinta satu hal saja darimu, bertahan untukku, hm?" bisik Hvitserk, membelai lembut pipi Erika yang mengangguk lemah."Jangan pikirkan janin atau apa pun ...saat ini, yang ku inginkan adalah kau." tambah Hvitserk, suaranya menurun, hampir pecah di ujung kalimat. Ia mendaratkan kecupan dalam ke kening Erika. "Aku mencintaimu ...jangan tinggal
Read more