Bukan hanya di rumah besar Erika yang mati lampu, tetapi semua penerangan desa Bova, padam. Tak lama kemudian, suara ketukan tergesa terdengar di pintu kamar Erika, "Ika ..." suara Tuan Marrins memanggil lirih, sebatang lilin menyala di wadah yang ia pegang, memantulkan bayangan samar yang bergoyang.Belum sempat Erika menjawab atau menerima lilin tersebut, telinga tajamnya menangkap sesuatu yang asing. Suara deru mesin mobil-mobil berat yang meraung, menanjak naik menuju desa mereka menembus keheningan malam.Erika tersentak. Ia mendorong lilin itu kembali ke dada sang ayah."Ayah, bawa Mama dan anak-anak sekarang juga menuju terowongan rahasia!" ucap Erika tegas, mendorong pundak lelaki cinta pertamanya itu menuju kamar anak-anak yang berada tepat di sebelah kamarnya."Ayah tidak akan meninggalkanmu sendiri, Ika!" tolak Tuan Marrins keras kepala, menyadari bahaya dari wajah tegang putrinya. Tuan Marrins mengoper lilin di tangannya kepada Nyonya Lucia yang baru saja menyusul karena
더 보기