Mentari baru saja menebarkan bias cahayanya di ufuk timur, namun pagi belum sepenuhnya benderang. Di atas ranjang mereka yang nyaman, Hvitserk dan Erika sudah terjaga.Semalam, setelah menyusuri Sungai Seine dan menikmati camilan larut malam, keduanya terlelap dalam tidur yang pulas. Kini, mereka saling melempar senyum, masih dalam dekapan hangat satu sama lain."Aku ingin mengajakmu jalan-jalan," bisik Hvitserk, suaranya serak khas bangun tidur."Kau pilih mana, pergi ke Menara Eiffel atau kita ke pantai?"Erika sedikit mengerutkan kening, menatap lekat ke dalam netra kebiruan suaminya yang teduh. "Memangnya ada pantai di Paris?""Paris memang tidak punya pantai," Hvitserk terkekeh pelan, "Tapi, aku bisa membawamu menemukannya. Kita pergi sekarang?"Melihat binar antusias di mata Hvitserk, Erika mengangguk cepat. "Aku sikat gigi dulu, ya? Tapi mandinya boleh nanti?" pintanya manja.Tanpa menunggu jawaban, Hvitserk bangkit dan langsung menggendong Erika ala pengantin baru, membawanya
Read more