Erika menjalni hidupnya dengan tenang, damai, penuh cinta bersama keluarga kecilnya. Ghiyaats, putranya, tumbuh semakin gempal menggemaskan dan Nyonya Irina tak pernah melewatkan sehari pun tanpa bercanda dengan cucu tampannya itu.Sebulanan ini, Hvitserk kembali tenggelam dalam kesibukan pekerjaannya. Terkadang ia pergi di siang hari dan baru pulang sesaat sebelum jam malam, atau berangkat ketika Ghiyaats sudah lelap tertidur lalu kembali ke rumah sebelum fajar menyingsing.Meskipun cemas, tetapi Erika berusaha memahami pekerjaan Hvitserk. Nyonya Irina pun selalu menenangkannya, "Doakan saja yang terbaik untuk suamimu, pekerjaannya lancar. Percayalah, dia tak melakukan hal melanggar hukum di luar sana." Siang ini, Erika sedang menyusui Ghiyaats di sofa ruang tamu, karena tidak siapa-siapa di rumah selain Nyonya Irina yang seperti biasa, selalu antusias menyiapkan camilan dan makanan bergizi di dapur. Beliau bertekad memastikan ASI Erika selalu melimpah untuk cucu kesayangannya."Oh,
Read more