Setelah meninggalkan Kediaman Keluarga Rusli, hari sudah larut.Arya menghela napas panjang. Sembilan yang mengendarai kereta bertanya, "Tuan, kita kembali ke kediaman Jenderal Tantomo, atau ....""Kembali ke kediaman Jenderal Tantomo.""Baik."Lonceng kereta berdenting, derap kaki kuda terdengar. Arya mengernyit, pikirannya terus memutar ulang kata-kata yang dikatakan gurunya hari ini.Kenapa Aska tiba-tiba ikut campur urusan dirinya dan Zahra?Semakin dipikir, dia tiba-tiba teringat satu kemungkinan, mungkin gurunya sudah mengetahui perasaan Zahra terhadap dirinya. Oleh karena itu, dia berusaha mencari cara agar hal seperti itu tidak terjadi.Menyadari kemungkinan itu, Arya tak henti-hentinya meneguk teh dan air. Sampai akhirnya dia kembali ke kediaman Jenderal Tantomo dan melihat ayah, ibu, serta dua adik perempuannya sedang makan."Kak Arya sudah pulang." Adik kedua, Yara, bangkit sambil tersenyum manis. Gaun kuning pucat yang dikenakannya membuatnya tampak seperti kupu-kupu kecil
Baca selengkapnya