Dengan jubah hitam pekat, Arya berdiri menjulang tinggi seakan menembus langit. Hanya dengan satu gerakan jemari, dia memanggil petir masuk ke dalam formasi. Raut wajahnya tegas dan dingin, bagaikan dewa yang turun ke dunia fana.Baru saat itu Zahra sadar, adiknya ini ternyata sehebat itu.Setengah jam kemudian.Arya menutup formasi, tubuhnya turun perlahan dan mendarat di halaman. Ketika melihat Zahra, dia hendak melangkah mendekat, tetapi Aska menarik lengannya dan menahannya.Aska berkata kepadanya, "Teknik penarik petir ini sudah kamu kuasai, tapi ingat, jangan gunakan sembarangan. Kalau melewati batas tertentu, pasti mendatangkan balasan. Sejak kecil, kalian tentu sudah mendengar bagaimana aku mengalami balasan itu."Arya menangkupkan tangan. "Terima kasih atas bimbingannya, Guru."Zahra sudah masuk ke halaman. "Paman Aska ...."Aska tidak menoleh padanya sedikit pun. Sebaliknya, dia berjalan ke kursi rotan di samping. Dengan satu kibasan tangan, kursi rotan yang basah karena huja
Read more