共有

Bab 1180

作者: Lilia
Ishaq menunggu cukup lama. Dia mengira Keswan masih memiliki pesan lain.

Namun, setelah menunggu cukup lama, yang datang justru suara dengkuran Keswan.

"Guru ...." Ishaq memanggil pelan, tetapi Keswan tidak memberi respons.

Dengan penuh hormat, Ishaq memberi salam. Baru saja mengambil beberapa langkah, dia mendengar suara Keswan.

"Segala hukum lahir karena sebab dan jodoh. Semuanya terikat oleh takdir, hendaknya mengikuti Tao dan alam. Jika di kehidupan lampau ada jodoh, di kehidupan ini akan ad
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran   Bab 1199

    "Terima kasih, Putri Mahkota." Arya kembali menyampaikan terima kasih.Anggi mengerutkan kening. "Ke depannya kita sudah satu keluarga, nggak perlu terlalu sungkan. Panggil saja dia Zahra." Kalau nanti sudah menikah, setiap hari memanggil "Putri Mahkota" terus, bukankah jadi canggung?Sejak dia dan Luis saling menaruh hati, dia lebih sering memanggilnya "suamiku", jarang sekali memanggil dengan sebutan resmi seperti pangeran, putra mahkota, atau kaisar."Panggil Zenna dengan namanya langsung, panggil Ishaq sebagai kakak. Kalau bertemu aku dan Kaisar, ikut saja cara Zahra memanggil kami," kata Anggi.Meskipun pernikahan agung belum dilangsungkan, begitu titah turun, Arya sudah menjadi pendamping Zahra. Itu berarti, mereka sudah keluarga.Lagi pula, Anggi sudah melihatnya tumbuh besar. Semakin dilihat semakin cocok. Jadi, Anggi sama sekali tidak ingin mempersulitnya.Bibir Arya mengatup rapat, lalu dia mengangguk perlahan. "Baik, Ibunda."Wajahnya terasa panas. Dia berpura-pura tenang da

  • Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran   Bab 1198

    Di Paviliun Hangat, dia teringat banyak hal. Dulu ketika Zahra pergi ke Biro Falak, dia juga sering menunggu di paviliun ini bersama Ando dan Titiek.Tahun demi tahun berlalu. Paviliun Hangat masih ada, Biro Falak juga masih ada, hanya Aska yang sudah berkelana jauh. Sementara dirinya, tetap saja orang yang tidak bisa masuk ke Biro Falak."Tuan, biar Putri Mahkota yang mengeluarkan titah untuk memerintahkan Pangeran Ishaq keluar dari Biro Falak, lalu pindah dari istana dan mendirikan kediaman sendiri. Bukankah cara itu bisa?" Sembilan memeras otak, akhirnya terpikir cara ini.Arya tersenyum pahit. "Di tangannya ada segel Biro Falak. Dia adalah calon pemimpin berikutnya. Lagi pula, Guru tidak ada, jadi dialah yang memimpin Biro Falak. Bahkan Zahra pun nggak bisa memerintahkannya sembarangan."Sembilan termangu sesaat. "Kalau begitu, pikirkan cara lain. Selama bisa membuat Pangeran Ishaq keluar dari Biro Falak, setidaknya kita masih punya ruang untuk berusaha."Arya mengerutkan kening. "

  • Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran   Bab 1197

    Zahra membuka mulutnya. "Nggak bisa, nggak bisa. Kalaupun Kakak harus menikah, tetap tidak boleh cari janda cantik."Arya mengangguk. "Tentu tidak boleh.""Tapi kalau tidak ada gadis yang mau menggoda Kak Ishaq ...."Benar juga. Tidak ada gadis dari keluarga baik-baik yang mau menggoda Pangeran Mahkota. Kalau begitu, bukankah dia akan selamanya tidak bisa menyentuh Zahra?Memikirkannya saja sudah membuat Arya putus asa."Zahra, urusan ini tidak bisa dilakukan terlalu tergesa-gesa. Bisa nggak kamu jangan sekeras ini?" Mata Arya tampak penuh permohonan.Zahra menggeleng. "Nggak bisa."Jika urusan keturunan kekaisaran belum terselesaikan, bagaimana dia bisa tenang? Kalaupun dia melahirkan sendiri, mana bisa dibandingkan dengan beberapa saudara yang melahirkan bersama?Di satu sisi sikapnya tegas, di sisi lain dia menggenggam tangan Arya. "Arya, kamu pasti bisa. Aku percaya padamu."Tatapan Zahra begitu indah. Tanpa sadar dia mengangguk. "Mm, aku pasti akan menemukan caranya."Zahra tersen

  • Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran   Bab 1196

    "Kamu baik-baik saja?" tanya Arya.Zahra tersenyum. Padahal mereka bertemu setiap hari, bagaimana mungkin Arya tidak tahu apakah dia baik-baik saja atau tidak.Bodoh."Mm, baik-baik saja," jawab Zahra sambil berjalan menuju Istana Emas.Arya, Sembilan, Ando, dan Titiek pun ikut menyusul.Setelah kembali ke Istana Emas.Arya ingin mencari kesempatan untuk mencium dan memeluknya, tetapi siapa sangka Zahra terus sibuk. Sesekali para pelayan istana datang untuk mengukur tubuhnya dan menyesuaikan pakaian."Tuan Muda juga perlu diukur, untuk persiapan busana pernikahan," kata orang dari Biro Busana.Arya baru tersadar. "Waktunya begitu mepet, apa masih sempat?""Seluruh bordir sudah dipersiapkan sejak awal. Sekarang hanya tinggal tahap akhir. Tuan tidak perlu khawatir, semuanya akan selesai tepat waktu.""Terima kasih atas jerih payahnya.""Sebuah kehormatan bagi kami," jawab orang dari Biro Busana.Setelah pengukuran selesai, mereka akhirnya pergi.Arya memberi isyarat dengan pandangan pada

  • Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran   Bab 1195

    Jantungnya berdegup kencang, bahkan lebih keras daripada suara ketukan pintu."Masuk," kata Arya mempersilakan Sembilan.Sembilan berpikir, pemilik toko itu melihat Yara masih gadis, masa sampai memberikan buku yang terlalu vulgar kepadanya?Memikirkan itu, dia sedikit merasa lega. Kemudian, dia mendorong pintu dan masuk, menyerahkan dua buku cerita yang tidak terlalu vulgar. "Ini buku cerita yang hamba carikan."Arya melirik sekilas. "Buku cerita?" Memang hanya Sembilan yang suka membaca buku-buku semacam ini.Sembilan tersenyum, "Pangeran sejak kecil diasuh oleh Master Cahyo. Di dalam hati pasti ada sifat seperti Buddha, setidaknya dalam urusan pria dan wanita .... Jadi, buku-buku ini semua tentang orang dari kalangan Buddha yang kembali ke dunia fana."Arya menerimanya. "Baik."Dia terdiam sejenak, lalu menatap Sembilan. "Kamu jangan cuma suka baca saja. Kamu juga harus berusaha. Kalau nggak, ke depannya jangan baca lagi."Sembilan mengangguk, menepuk dadanya sambil bersumpah, "Hamb

  • Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran   Bab 1194

    Awalnya, Sembilan tersentak. "Mana mungkin, mana mungkin. Dari lubuk hati terdalam, hamba justru berharap Tuan Arya bahagia.""Kalau begitu, cepat bawa aku ke sana. Sebentar lagi gerbang kediaman akan ditutup.""Hamba .... Baiklah." Sembilan tak berani lagi mengelak.Tak sampai sejam, akhirnya mereka tiba di Rumah Buku Minat. Lokasinya memang relatif terpencil. Tak heran ada buku-buku cerita semacam itu di sana."Aduh, Tuan Sembilan datang." Pemilik Rumah Buku Minat langsung menyambut Sembilan dengan senyuman.Begitu melihat Yara, dia sedikit terkejut. Mengapa membawa seorang gadis? Oh, tidak. Dari pakaiannya, jelas dia adalah gadis bangsawan. Pasti dari keluarga pejabat atau ningrat.Sembilan berkata, "Hari ini aku nggak mau basa-basi. Ada nggak buku cerita tentang biksu yang jatuh ke dunia fana?""Oh ... tentu ada.""Kalau begitu, jangan banyak omong. Aku mau semuanya." Yara berbicara lugas, lalu melemparkan sebongkah perak ke penjaga toko. "Satu pun nggak boleh kurang.""Oh ... baik

  • Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran   Bab 801

    Luis yang mengenakan jubah hitam duduk di dipan bersama Aska sambil memainkan catur. Ekspresinya tampak serius sekaligus santai.Setelah bidak hitam menang, Aska berkata, "Sudah tiga ronde, Kaisar selalu menang."Luis menjawab, "Aku memegang bidak hitam dan melangkah lebih dulu, itu hanya bisa dibil

  • Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran   Bab 814

    "Tentu saja sudah. Nandaka sudah berhasil dikendalikan, sedangkan Junaryo …." Luis tersenyum tipis. "Juga sudah berhasil ditangani.""Dia bilang apa? Kenapa harus membawa Nandaka pergi?""Dia bilang karena Nandaka hidupnya nggak baik di keluarga Yasa. Dia sangat menyukai anak itu, jadi timbul niat u

  • Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran   Bab 827

    Setelah itu, Damar segera memerintahkan orang untuk mengambilkan sedikit sinabar. "Permaisuri, mohon hati-hati, benda ini beracun.""Tentu saja aku tahu."Ya, Anggi ahli dalam ilmu pengobatan, bagaimana mungkin dia tidak tahu kalau barang ini beracun?Setelah kotak kecil berisi sinabar yang terbungk

  • Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran   Bab 796

    Risa menggigit bibirnya erat-erat.Beberapa waktu terakhir, Najwa memang pernah berkata akan mengangkatnya menjadi selir Jenderal Daud. Karena itu, diam-diam Dia merasa gembira.Namun, dia tidak menyangka Najwa akan memintanya untuk mewakili menjalankan malam pertama di hari pernikahan ini.Kalau Je

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status