Adit kembali ke ruang tamu dengan langkah gontai, wajahnya suram seperti langit mendung yang siap menurunkan hujan. Setiap langkah terasa berat, seolah kakinya menyeret beban seberat gunung.Di ruang tamu, semua mata langsung tertuju padanya. Larasati yang duduk di sofa dengan tubuh tegang, Nyonya Sukmasari yang menatap khawatir, Nenek Delima yang menghela napas panjang, dan Vera yang berdiri dengan ekspresi bertanya-tanya.Pak Sudirman masuk beberapa detik setelahnya, wajahnya datar tapi ada kepuasan tersembunyi di matanya; kepuasan bahwa ia sudah menyampaikan apa yang harus disampaikan, dan Adit sudah mengerti pesannya.Adit berdiri di tengah ruangan, tangannya terkepal di samping tubuh, rahangnya mengeras. Ia menatap Larasati yang balas menatapnya dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca, seolah ia sudah tahu apa yang akan Adit katakan."Laras..." suara Adit pelan, hampir berbisik, tapi cukup keras untuk didengar semua orang di ruangan itu.Larasati berdiri perlahan, tubuhnya berg
最終更新日 : 2026-01-14 続きを読む