Ruangan itu sepi, tapi tidak kosong. Ada kehangatan yang tertinggal sejak pagi tadi—bekas senyum Leo, sisa pelukannya sebelum berangkat, dan aroma tubuhnya yang masih samar menempel di selimut. Vyora berdiri di depan meja dapur, memandangi satu per satu bahan yang telah ia susun: tepung, telur, mentega, cokelat batangan, dan beberapa wadah kecil berisi kacang almond serta keju parut. Di dekatnya, iPad-nya menyala dengan resep terbuka."Aku bisa, kok," gumamnya pada diri sendiri.Di luar, langit mulai berwarna jingga, tapi Vyora memilih tidak menyalakan lampu dulu. Ia suka bagaimana cahaya senja menembus kisi-kisi jendela, memberi siluet hangat di atas permukaan meja marmer. Aroma vanilla dari lilin yang menyala di pojok ruangan membuat suasana semakin nyaman.Sebenarnya, mereka memiliki asisten rumah tangga yang sangat bisa diandalkan. Tapi sore ini, Vyora ingin melakukannya sendiri. Bukan karena tidak percaya pada rasa masakan orang lain, tapi karena ia ingin Leo mencicipi sesuatu ya
Read more