Aku ingin membujuk Ardi, tetapi wajah Ardi tiba-tiba memucat pada saat ini. Keningnya mengerut, telapak tangannya yang lebar menutupi area perutnya, sementara wajahnya menunjukkan ekspresi kesakitan. "Sayang ...."Suaranya serak dan rendah, seperti berusaha keras menahan rasa sakit, tetapi tidak mampu menahannya.Hatiku seperti dicengkeram oleh tangan tak terlihat. Aku segera melepaskan Rena, langsung menopang lengan Ardi, lalu berteriak dengan panik, "Sayang, ada apa?""Aku …. Perutku sangat sakit." Kondisi Ardi terlihat makin buruk.Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, aku menopangnya sambil berjalan keluar, "Karena perutmu sakit, kita harus pergi ke departemen penyakit dalam."Di belakangku, Rena masih memanggil, "Kak, kamu belum makan ....""Aku tidak akan makan!" kataku tanpa menoleh.Ardi sudah kesakitan seperti ini, bagaimana bisa aku masih memiliki waktu untuk makan? Sekarang aku hanya ingin segera membawa Ardi menemui dokter, membantunya menghilangkan rasa sakit.Di belakang, n
Read more