Akhirnya, Ardi yang menarikku bangun. Dia berkata, "Sayang, kamu sudah membuat baju pasien Ibu basah karena air matamu."Baru pada saat itu aku menghentikan air mataku, berbalik pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajah.Nyonya Lina baru saja terbangun, jadi kondisinya masih belum terlalu baik. Tadi dia sudah bicara begitu banyak, jadi sekarang dia terlihat agak lelah. Aku ingin menjaganya, tetapi Nyonya Lina dengan tegas menolak, "Kamu sedang hamil, bagaimana mungkin kamu menemani seorang pasien? Lagi pula, kalau kamu menemaniku di sini, aku malah akan mengkhawatirkanmu, tidurku pun jadi tidak nyenyak. Ardi, cepat bawa dia pulang."Reaksi kehamilanku memang agak berat. Tidak hanya muntah-muntah, tetapi aku juga mudah mengantuk. Hari ini terlalu banyak hal yang terjadi, jadi aku memang merasa tubuhku benar-benar lelah.Namun, aku masih mengkhawatirkan Nyonya Lina. Untungnya Ardi sudah menyiapkan perawat yang terpercaya sejak awal. Aku menyelimuti Nyonya Lina dengan baik, baru kemudian
Baca selengkapnya