Aku melihat mulut Rena bergerak, tetapi aku tidak mendengar apa yang dia katakan.Aku melihat Rena mengerutkan kening dengan wajah yang sangat cemas, sedang mengguncang pundakku, tetapi aku tidak bisa memberi respons apa pun.Rena tampak panik, air mata menggenang di sudut matanya, lalu dia mendorongku keluar dari ruang perawatan.Di depan pintu ruang perawatan, kami berpapasan dengan ibu dan ayah mertuaku yang datang terburu-buru."Raisa!" Saat ibu mertuaku berteriak, pendengaranku seakan kembali pulih. Aku bisa mendengar tangisannya.Ibu mertuaku memelukku, tidak bisa mengendalikan emosinya, menangis tersedu-sedu, "Ardi akan baik-baik saja, 'kan? Dia pasti akan baik-baik saja, 'kan?"Aku perlahan mengulurkan tangan, juga memeluknya dengan makin erat.Pada saat ini, air mataku juga mengalir tak henti. Tubuhku gemetaran, ketakutan membuatku panik dan hancur. Aku mendengar suaraku yang bergetar, "Ya! Dia akan baik-baik saja. Dia pasti akan baik-baik saja!"Pada saat itu, Pak Yanuar terb
Read more