Ketika wajah ibu mertuaku tampak makin muram, serta raut wajah ayah mertuaku tampak makin serius, aku tiba-tiba mengangkat pandangan, lalu melontarkan satu kata, "Aku.""Apa?" Semua orang menoleh menatapku.Rena terlihat sangat cemas ketika bertanya, "Kak, ada apa denganmu? Apa kamu merasa tidak enak badan?"Aku menggeleng ke arahnya, lalu menatap ayah dan ibu mertuaku, lalu berkata dengan suara pelan sekali lagi, "Aku yang akan melakukan operasi pada Ardi.""Raisa?" Wajah ibu mertuaku penuh dengan ketidakpercayaan.Kening ayah mertuaku berkerut.Wajah Pak Yanuar yang ada di samping awalnya menunjukkan keterkejutan, lalu keningnya mengendur seolah memikirkan sesuatu, sementara matanya perlahan berbinar.Ibu mertuaku memegang tanganku, lalu berbicara dengan tergesa-gesa, "Raisa, apa yang kamu katakan? Bagaimana mungkin kamu ....""Dokter Raisa memang layak untuk dicoba." Sebelum kata-kata ibu mertuaku selesai, Pak Yanuar langsung memotongnya.Mata Pak Yanuar sedikit berbinar, sementara
Read more